LABORATORIUM DEMOKRASI ISLAM: TEO-DEMOKRASI, KESENJANGAN BIROKRASI, DAN TRANSFORMASI SYARIAT DI ACEH
Rp138.000 Original price was: Rp138.000.Rp98.000Current price is: Rp98.000.
Penulis :
Dr. Bustami, S.IP., M.Sos.
Dr. Mahardhika Sastra Nasution, S.STP., M.AP.
Dr. Hj. Alya Rahmayani Siregar, S.Ag., M.Sos., C.AH., C.AU.
Dr. Ibnu Sa’dan, M.Pd.
Dr. Zulham, SH., S.IP., S.Kom., M.H., M.M., M.I.Kom.
ISBN : –
Jumlah Hlm : x + 198
Ukuran : 15 x23 Unesco
Kertas : Bookpaper
Tahun Terbit : 2026
Editor : –
SINOPSIS
Buku ini membedah dinamika penerapan Syariat Islam di Aceh melalui lensa akademik yang kritis namun konstruktif. Penulis mengeksplorasi ketegangan antara idealisme hukum Tuhan dan realitas birokrasi manusia di sebuah wilayah yang memiliki otonomi khusus pasca-konflik. Kajian diawali dengan melacak akar Syariat Islam bukan sekadar sebagai produk hukum modern (UUPA No. 11/2006), melainkan sebagai ekspresi identitas kolektif yang mengakar sejak era Kesultanan hingga resolusi konflik MoU Helsinki. Islam di Aceh diposisikan sebagai ruh perjuangan dan fondasi sosial-politik. Inti dari buku ini adalah bedah atas fenomena bureaucratic gap (kesenjangan birokrasi). Menggunakan teori street-level bureaucracy , penulis mengidentifikasi tiga dimensi kegagalan implementasi: 1. Kapasitas dan komitmen aparatur yang belum memadai. 2. Lemahnya koordinasi dan akuntabilitas antar lembaga. 3. Diskresi petugas lapangan (seperti Wilayatul Hisbah) yang sering kali melenceng dari teks normatif Qanun. Buku ini juga secara berani menyoroti sisi gelap penerapan syariat yang cenderung punitif-simbolik (menghukum secara fisik/simbolis). Penulis mencatat adanya ketimpangan penegakan hukum yang sering kali meminggirkan perempuan dan kelompok marginal, serta mengabaikan substansi keadilan sosial yang seharusnya menjadi inti dari hukum Islam. Keberhasilan Syariat Islam di Aceh tidak diukur dari ketegasan sanksi hukum, melainkan dari transformasi birokrasi menjadi instrumen keadilan nyata. Syariat harus membuktikan bahwa Islam dan demokrasi dapat saling menguatkan untuk mewujudkan masyarakat yang bermartabat.
Daftar Isi
Kata Pengantar ……………………………………………………………………………..v
Daftar Isi …………………………………………………………………………………….viii
BAB 1
MODAL BANGSA DAN SPIRITUALITAS ……………………………………1
A. Akar Historis …………………………………………………………………………….1
B. Restrukturisasi Teo-Demokrasi dalam Birokrasi Aceh ..14
C. Teo-Demokrasi dan Rekonstruksi Tata Kelola Syariat di
Aceh ………………………………………………………………………………………….19
BAB 2
BUREAUCRATIC GAP DALAM KEBIJAKAN BERBASIS
AGAMA …………………………………………………………………………………………24
A. Konsep Bureaucratic Gap ……………………………………………………24
B. Kebijakan Berbasis Agama dan Tantangan
Implementasi …………………………………………………………………………33
C. Street-Level Bureaucracy dan Diskresi Implementor ……42
D. Dimensi Spesifik Bureaucratic Gap dalam Kebijakan
Agama ………………………………………………………………………………………52
BAB 3
SYARIAT ISLAM DAN KEBIJAKAN PUBLIK DI ACEH ………….61
A. Sejarah dan Konteks Keistimewaan Aceh ……………………….61
B. Kerangka Hukum Kebijakan Syariat Aceh ……………………….65
C. Institusi Pelaksana Kebijakan Syariat ………………………………69
D. Problematika Empiris Implementasi Syariat ………………….74
BAB 4
MODEL TEO-DEMOKRASI DALAM KONTEKS ACEH ………….80
A. Konsep Teo-Demokrasi ……………………………………………………….80
B. Fondasi Normatif Teo-Demokrasi ……………………………………..84
C. Arsitektur Kelembagaan Teo-Demokrasi…………………………90
D. Teo-Demokrasi dan Hak Asasi Manusia …………………………..95
E. Model Teo-Demokrasi di Berbagai Konteks ……………………99
BAB 5
ANALISIS KESENJANGAN BIROKRASI DALAM
KEBIJAKAN SYARIAT ACEH ………………………………………………….106
A. Kesenjangan Kapasitas ……………………………………………………..106
B. Kesenjangan Koordinasi …………………………………………………..112
C. Kesenjangan Legitimasi …………………………………………………….116
D. Kesenjangan Akuntabilitas ………………………………………………121
E. Paradoks Gender dalam Implementasi Syariat ……………126
BAB 6
REFORMASI DAN REKOMENDASI KEBIJAKAN ………………..131
A. Reformasi Kelembagaan …………………………………………………..131
B. Reformasi Substantif Kebijakan ……………………………………..136
C. Penguatan Partisipasi Masyarakat Sipil ………………………..140
D. Penguatan Perspektif Gender ………………………………………….145
E. Membangun Sistem Monitoring dan Evaluasi ……………..150
BAB 7
KAJIAN KRITIS BUREAUCRATIC GAP …………………………………..156
A. Bureaucratic Gap dalam Kebijakan Syariat di Aceh ……156
B. Teo-Demokrasi dalam Tata Kelola Syariat di Aceh ……..161
C. Maqashid Al-Syariah dan Implementasi Syariat
di Aceh …………………………………………………………………………………..166
D. Syariat Islam di Aceh …………………………………………………………171
Daftar Pustaka …………………………………………………………………………177
Profil Penulis ……………………………………………………………………………190
Produk Serupa
Related products
-
PENDIDIKAN MODERN
Rp98.000Original price was: Rp98.000.Rp80.000Current price is: Rp80.000. -
PERSPEKTIF MASALAH GIZI OLEH PENELITI MUDA INDONESIA
Rp98.000Original price was: Rp98.000.Rp80.000Current price is: Rp80.000. -
MANAJEMEN UMKM
Rp98.000Original price was: Rp98.000.Rp80.000Current price is: Rp80.000. -
METODE STEAMMI UNTUK PENGEMBANGAN POTENSI PESERTA DIDIK
Rp98.000Original price was: Rp98.000.Rp80.000Current price is: Rp80.000. -
BISNIS DIGITAL
Rp98.000Original price was: Rp98.000.Rp80.000Current price is: Rp80.000. -
CLOUD COMPUTING
Rp98.000Original price was: Rp98.000.Rp80.000Current price is: Rp80.000.







